Bos Raksasa TI yang 'Gugur' Sebelum Akhir Tahun
Senin, 26/11/2012 11:01 WIB
Jakarta - Akhir tahun 2012 memang tinggal menghitung
bulan, namun hari-hari panjang bakal dilalui beberapa perusahaan
teknologi. Pasalnya mereka baru saja ditinggalkan oleh para pejabat
pentingnya, yang terjadi hampir bersamaan dalam sebulan terakhir.
Gawatnya lagi, para pejabat tersebut bukan sembarang orang. Beberapa diantaranya merupakan pemangku jabatan penting yang tak jarang sudah di perusahaan tersebut sejak lama. Tak heran mereka menjadi tokoh kunci dan otak dari produk yang diluncurkan.
Beberapa pihak terkejut dengan aksi move on mereka tersebut. Ssebagian lain mahfum dan memang sudah akan menduga akan terjadi dalam waktu dekat.
Nah, siapa sajakah bos TI yang mengundurkan diri sebelum akhir tahun ini? Berikut detikINET rangkumkan dari berbagai sumber, Senin (26/11/2012).
Namanya kerap disandingkan dengan Jhonatan Ive yang bertanggung jawab sebagai master desain produk-produk Apple.
Wajar memang, karena jabatan terakhir Scott Frostall sebagai Senior Vice President iOS. Artinya dialah yang menjadi salah satu otak di balik kesuksesan iOS selama ini.
Kabar akan hengkangnya Forstall cukup mengejutkan. Banyak yang menduga, keluarnya Forstall berkaitan dengan masalah Apple Maps di iOS 6. Pasalnya, saat isu ini ramai dibicarakan, Forstall dianggap sebagai yang paling bertanggung jawab atas 'kesalahan' ini.
Forstall telah menjadi kekuatan utama di Apple sejak 1997. Namanya kerap disandingkan dengan berbagai kesuksesan iOS. Sebelum menjabat sebagai bos iOS, dia dipercaya mengepalai divisi Mac OS.
Dari kabar yang beredar , tak sedikit yang mendesak agar Apple memecat eksekutif itu. Namun informasi lain menyebutkan, keluarnya salah satu jagoan Apple ini adalah atas keinginannya sendiri.
Banyak
yang tak menduga bila Steven Sinofsky memilih pergi tak lama setelah
Windows 8 diumumkan. Apalagi, dia merupakan termasuk tokoh kunci dalam
perjalanan Windows dalam dua dekade terakhir.
Ya, Sinofsky sendiri telah mengabdi di Microsoft selama 21 tahun. Ia pertama kali bergabung dengan produsen software raksasa tersebut sejak Juli 1989 sebagai software design engineer.
Tak butuh waktu lama, selang tiga tahun, ia dipromosikan untuk menjadi asisten teknis Bill Gates. Itu adalah posisi yang prestisius bagi para pegawai muda Microsoft.
Sampai pada tahun 1999, karir Sinofsky melesat dengan dipercaya mengisi kursi Senior Vice President untuk produk Office. Sampai akhirnya, tantangan baru muncul di hadapan pria pelontos ini untuk jabatan Senior Vice President Windows dan Windows Live Grup di tahun 2006.
Tugas pertamanya di posisi strategis tersebut adalah meredam 'kegelisahan' pengguna Windows atas performa Vista. Nah, kemudian muncullah Windows 7 sebagai 'proyek' pertama sang eksekutif dengan jabatan Presiden Windows.
Windows 7 terbilang cukup sukses di pasaran, yang mampu menghapus keraguan pengguna yang kecewa dengan Windows Vista.
Lewat Windows 8 inilah Sinofsky dianggap sukses memberi penyegaran terhadap seri keluarga Windows yang sudah sangat populer. Harapan baru pun muncul bagi Microsoft untuk turut bersaing di ranah OS mobile lewat Windows Phone 8.
Kepergian Sinofsky mematahkan prediksi orang, yang menyebut sebagai CEO-in-waiting alias calon CEO Microsoft berikutnya, saat Steve Ballmer tak lagi menjabat.
Gawatnya lagi, para pejabat tersebut bukan sembarang orang. Beberapa diantaranya merupakan pemangku jabatan penting yang tak jarang sudah di perusahaan tersebut sejak lama. Tak heran mereka menjadi tokoh kunci dan otak dari produk yang diluncurkan.
Beberapa pihak terkejut dengan aksi move on mereka tersebut. Ssebagian lain mahfum dan memang sudah akan menduga akan terjadi dalam waktu dekat.
Nah, siapa sajakah bos TI yang mengundurkan diri sebelum akhir tahun ini? Berikut detikINET rangkumkan dari berbagai sumber, Senin (26/11/2012).
Scott Frostall
Wajar memang, karena jabatan terakhir Scott Frostall sebagai Senior Vice President iOS. Artinya dialah yang menjadi salah satu otak di balik kesuksesan iOS selama ini.
Kabar akan hengkangnya Forstall cukup mengejutkan. Banyak yang menduga, keluarnya Forstall berkaitan dengan masalah Apple Maps di iOS 6. Pasalnya, saat isu ini ramai dibicarakan, Forstall dianggap sebagai yang paling bertanggung jawab atas 'kesalahan' ini.
Forstall telah menjadi kekuatan utama di Apple sejak 1997. Namanya kerap disandingkan dengan berbagai kesuksesan iOS. Sebelum menjabat sebagai bos iOS, dia dipercaya mengepalai divisi Mac OS.
Dari kabar yang beredar , tak sedikit yang mendesak agar Apple memecat eksekutif itu. Namun informasi lain menyebutkan, keluarnya salah satu jagoan Apple ini adalah atas keinginannya sendiri.
Steven Sinofsky
Ya, Sinofsky sendiri telah mengabdi di Microsoft selama 21 tahun. Ia pertama kali bergabung dengan produsen software raksasa tersebut sejak Juli 1989 sebagai software design engineer.
Tak butuh waktu lama, selang tiga tahun, ia dipromosikan untuk menjadi asisten teknis Bill Gates. Itu adalah posisi yang prestisius bagi para pegawai muda Microsoft.
Sampai pada tahun 1999, karir Sinofsky melesat dengan dipercaya mengisi kursi Senior Vice President untuk produk Office. Sampai akhirnya, tantangan baru muncul di hadapan pria pelontos ini untuk jabatan Senior Vice President Windows dan Windows Live Grup di tahun 2006.
Tugas pertamanya di posisi strategis tersebut adalah meredam 'kegelisahan' pengguna Windows atas performa Vista. Nah, kemudian muncullah Windows 7 sebagai 'proyek' pertama sang eksekutif dengan jabatan Presiden Windows.
Windows 7 terbilang cukup sukses di pasaran, yang mampu menghapus keraguan pengguna yang kecewa dengan Windows Vista.
Lewat Windows 8 inilah Sinofsky dianggap sukses memberi penyegaran terhadap seri keluarga Windows yang sudah sangat populer. Harapan baru pun muncul bagi Microsoft untuk turut bersaing di ranah OS mobile lewat Windows Phone 8.
Kepergian Sinofsky mematahkan prediksi orang, yang menyebut sebagai CEO-in-waiting alias calon CEO Microsoft berikutnya, saat Steve Ballmer tak lagi menjabat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar