Kamis, 06 Desember 2012

Bioinformatika, Genome & The Final Frontier

Penulis: Arli Aditya Parikesit - detikinet
Rabu, 16/05/2012 10:11 WIB
 
Jakarta - Opening dari serial Star Trek selalu terngiang dalam kalbu penggemarnya, 'Space, The Final Frontier'. Namun tahukah Anda, bahwa bagi bioinformatikawan, 'final frontier' tersebut adalah diri kita sendiri? Apa maksudnya?

Bioinformatika adalah backbone science yang bertanggung jawab untuk proyek pengurutan Genome (Genome Sequencing Project). Apa yang diurutkan di sini? Tidak lain adalah 3 molekul utama yang terlibat dalam Dogma Sentral Biologi -- yaitu DNA, RNA, dan Protein.

Pengurutan informasi biologis tersebut diharapkan dapat memberikan pencerahan lebih lanjut untuk pemgembangan dunia kedokteran ke depan. Hanya saja, karena ada tumpang-tindih antara kepentingan negara dan swasta, hal ini sempat menjadi kontroversial.

Perseteruan Francis Collins dari NIH (National Institute of Health) dan John Craig Venter dari Celera Genomics dalam Human Genome Project adalah salah satunya. Walau akhirnya Bill Clinton campur tangan dan menyelesaikan konflik legal ini, ternyata secara ilmiah, masih sangat banyak yang harus dilakukan. 'Final Frontier' ini ternyata masih didominasi oleh blank area.

Menuju Perbatasan Pengetahuan Biologis

Data yang dihasilkan dari berbagai proyek pengurutan Genome telah disimpan pada database online, yang dimiliki oleh tiga konsorsium. NCBI/Genbank di Amerika Serikat, EBI di Uni Eropa, dan DDBJ di Jepang.

Ketiga konsorsium dunia tersebut, sebagai penguasa lalu lintas data bioinformatika, banyak sekali menentukan jalan dan arah dari riset bioinformatika secara global.

Computational tools yang powerful sangatlah diperlukan. Genome adalah 'Sistim Operasi' dari semua organisme, sementara Protein adalah 'Aplikasi' yang memiliki fungsi tertentu dalam organisme tersebut. Itu adalah pemahaman konvensional Dogma Sentral.

Namun ternyata, tidak hanya Protein yang berfungsi sebagai 'Aplikasi'. Ada hal lain, yang berfungsi sebagai 'Aplikasi' juga. Mereka adalah Marka Epigenetika dan Non Coding RNA. Apakah mereka itu?

Secara singkat, Marka Epigenetika adalah perubahan fenotip, tanpa ada perubahan urutan basa DNA. Sementara ncRNA adalah salah satu 'anomali' dalam dogma sentral, dimana RNA tidak ditranslasikan menjadi protein, namun langsung berperan dalam proses biologis.

Seleksi Alam Darwinian telah membiarkan Genome, sebagai 'Sistim Operasi', untuk mengoperasikan ketiga aplikasi tersebut (Protein, Marka Epigenetika, dan ncRNA). Hanya saja, dengan kemajuan pesat dalam ilmu bioinformatika, maka terbukalah jalan untuk melakukan 'Seleksi Artifisial', dalam arti menggunakan ketiga 'Aplik

Tidak ada komentar:

Cari Blog Ini