Kamis, 06 Desember 2012

Password, Single Sign-On, dan Telur Dalam Keranjang

Penulis: Ahmad Saiful Muhajir - detikinet
 
Ilustrasi (Ist.) Jakarta - Salah satu permasalahan yang dialami oleh hampir setiap orang di abad ini adalah lupa akan password yang dimilikinya.

Kita memiliki akun dan password di hampir semua website baik yang biasa dikunjungi maupun yang tidak. Selain akun website kita masih memiliki akun lain seperti komputer, smartphone, dan aplikasi tertentu baik di komputer, server atau yang lainnya.

Dengan semakin banyaknya akun, mau tak mau kita dituntut kreatif dalam menciptakan password karena sebagaimana saran pakar keamanan, jangan gunakan satu password untuk banyak akun kalau tak mau dilanda masalah.

Sayangnya, semakin banyak password yang kita buat semakin bertambah pula masalah yang kita miliki. Masalah sederhana yang seringkali menjadi masalah: mengingat.

Memang pada akun yang biasa digunakan mengingat password bukanlah persoalan besar. Semakin sering kita menggunakannya semakin dapat dengan mudah kita menariknya dari ingatan jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Namun, untuk akun yang jarang, pilihan lupa password tampak jauh lebih mudah untuk dilakukan alih-alih mengeluarkannya dari otak ini.

Sebagaimana layaknya manusia normal, kebiasaan memiliki peran penting dalam hal mengingat password. Memilih opsi lupa password sebenarnya bukan masalah. Selain prosesnya yang mudah, respons sebagian besar server dalam memberikan akses untuk reset pun bisa dihitung dalam hitungan detik.

Namun, pilihan lupa password kadang membuat kita tak mampu bergerak lebih cepat. Dan kadang kita pun merasa bodoh karena tak mampu mengingat password yang ternyata hanya 123456.

Belum lagi bila ada peraturan ketat seperti yang diterapkan Apple dengan suspend akun selama 24 jam sebelum akhirnya proses reset dapat dilakukan pasca bobolnya akun milik Mat Honan yang menghebohkan dunia IT kemarin.

Single Sign-on

Salah satu solusi yang digembar-gemborkan sejak lama dan cukup menjanjikan namun implementasinya masih jauh dari sempurna dan menyisakan banyak persoalan adalah penggunaan single sign-on (SSO).

SSO adalah sebuah konsep

Tidak ada komentar:

Cari Blog Ini