Kamis, 06 Desember 2012

Penguasa Dunia IT: Antara Engineering dan Designing

Penulis: Arli Aditya Parikesit - detikinet
 
Ilustrasi (Ist.) Jakarta - Apple akhirnya menggunakan strategi 'blitzkrieg' untuk menggempur kompetitornya. Belum genap setahun MacOSX 10.7 Lion dirilis, mereka sudah berencana merilis MacOSX 10.8 Mountain Lion.

Sebuah siklus yang sangat singkat, mengingat kompetitor mereka saja belum merilis sesuatu hal yang revolusioner dalam waktu sesingkat itu. Namun, apakah 'blitzkrieg' Apple akan menjadikan mereka penguasa dunia IT? Bagaimana tanggapan kompetitor mereka? Mari kita simak!

Dialektika Apple dengan Microsoft dan Google

Berbeda dengan Korporasi IT lain, Apple dijalankan dengan ideologi desainer dan seniman. Setelah Jobs meninggal, masih ada Jonathan Ive di board of directors Apple. Dia adalah salah satu desainer terbaik di Eropa. Diduga, Ive yang akan selalu mempengaruhi pimpinan, supaya Apple tidak akan pernah bergeser dari semangat 'nyeni' mereka.

Hal ini sangat berbahaya bagi kompetitor Apple, sebab umumnya industri IT sama sekali tidak dibangun dengan mindset seperti itu. Ini menjadikan Apple sangat unik, sehingga inovasi dari mereka akan terasa seperti 'blitzkrieg', karena memang sulit diduga.

Menurut beberapa pengamat, rencana Apple dengan sang 'singa gunung' sudah sangat jelas, yaitu mengintegrasikan seluruh hardware miliknya ke dalam satu UI yang konsisten.

Disisi lain, Apple lebih optimalkan sistim cloudnya, supaya semua hardwarenya bisa berkomunikasi dengan optimal. Hal ini suatu gebrakan, karena artinya mengintegrasikan berbagai komunitas yang terpisah, ke dalam satu komando.

Dalam menghadapi itu, Google dan Microsoft harus tetap setia dengan core competence mereka. Google dan Microsoft adalah korporasi para engineer, dan mereka harus tetap seperti itu.

Google dan Microsoft juga sudah memiliki ekosistem yang sangat kuat. Hanya saja, para desainer Apple adalah lawan yang tak bisa diduga, karena mind set mereka berbeda dengan orang IT pada umumnya.

Google dan Microsoft harus lebih optimalkan business intelligence mereka, agar langkah-langkah Apple selanjutnya dapat mereka antisipasi. Sejauh ini, market Google pada mesin pencarian (beserta produk derivatifnya) dan Microsoft pada aplikasi dan development tools masih belum tergoyahkan.

Di tengah bayang-bayang sang 'singa gunung' MacOSX 10.8, Microsoft harus bisa meyakinkan market, bahwa Windows 8 adalah produk yang bagus. Pakar di berbagai majalah IT internasional banyak yang memberi review positif kepada Windos 8, dan Microsoft tetap harus 'keep their finger crossed', supaya end user berpendapat sama.

Sementara itu, sebagai situs internet nomor 1 menurut Alexa rank, dominasi Google di dunia maya masih tidak tergoyahkan. Siapapun yang ingin mendapatkan profit di dunia maya, maka 'senyum' dari 'Google God' merupakan sesuatu yang esensial.

Tidak ada komentar:

Cari Blog Ini