Di
titik ini, ideologi 'desainer' sama sekali tidak bermanfaat, namun yang
bermain adalah engineering, karena kita berbicara optimasi algoritma
dan software development. Sesuai dengan tradisi keilmuannya, software
bioinformatika pada publikasi ilmiah umumnya adalah open source, yang
tentu saja tidak sesuai dengan paradigma proprietary dari Apple.
Dunia
akademis (di seluruh dunia) selalu memprioritaskan ekonomisasi sumber
daya komputasinya, sehingga desktop/client windows atau linux selalu
menjadi pilihan utama dibandingkan Mac.
Tidak selalu juga, bahwa
prinsip desain itu adalah ekonomis dan high performance. Menurut data,
dari 500 superkomputer paling top di dunia, mayoritas dirun pada sistem
operasi linux.
Apple sudah meninggalkan bisnis high end server
mereka, dengan menutup lini xserve. Sehingga, pasar yang ditinggalkan
Apple sudah pasti akan dimasuki oleh server-server Linux.
Walaupun
Apple memiliki iWorks, dimana aplikasi presentasi mereka, yaitu
Keynote, banjir pujian, dominasi Microsoft pada aplikasi office tetap
tidak tergoyahkan. Microsoft Office tetaplah merupakan aplikasi Office
paling efisien, tepat guna, dan paling populer.
Di platform Mac
sendiri, Microsoft (Mac) Office masih tetap lebih populer daripada
iWorks. Development Tools Microsoft sendiri masih tetap paling disukai
oleh korporasi. Walaupun Apple berusaha mengubah situasi ini, dengan
integrasikan Iworks ke iCloud mereka, namun hal ini masih harus dilihat
efektifitasnya, karena Microsoft juga integrasikan Office mereka ke
sistem cloud.
Melihat situasi seperti itu, kita sebagai end user
haruslah cerdas. Paradigma engineering dan desainer dapat kita nikmati
dan gunakan secara bersamaan. Bukankah itu yang selalu kita lakukan
setiap hari?
Misalnya dengan menggunakan Mac, sambil jalankan
Mac Office, dan sambil Googling di saat yang bersamaan? Atau juga dengan
menjalankan laptop Windows kita, sambil merecharge iPhone, dan juga
sambil buka Google docs?
Di zaman sekarang, terutama bagi user,
mana batas engineer dan desain sudah menjadi abu-abu. Yang terpenting
bagi kita para user adalah menjadi pragmatis. Dalam arti, tidak perlu
memikirkan paradigma engineer atau desainer yang lebih unggul, yang
penting tools-tools mereka kita manfaatkan untuk selesaikan pekerjaan
kita masing-masing.
Dengan demikian, dalam kompetisi kedua paradigma ini, end user selalu menjadi pemenangnya.
Kamis, 06 Desember 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar