Kamis, 06 Desember 2012

Di titik ini, ideologi 'desainer' sama sekali tidak bermanfaat, namun yang bermain adalah engineering, karena kita berbicara optimasi algoritma dan software development. Sesuai dengan tradisi keilmuannya, software bioinformatika pada publikasi ilmiah umumnya adalah open source, yang tentu saja tidak sesuai dengan paradigma proprietary dari Apple.

Dunia akademis (di seluruh dunia) selalu memprioritaskan ekonomisasi sumber daya komputasinya, sehingga desktop/client windows atau linux selalu menjadi pilihan utama dibandingkan Mac.

Tidak selalu juga, bahwa prinsip desain itu adalah ekonomis dan high performance. Menurut data, dari 500 superkomputer paling top di dunia, mayoritas dirun pada sistem operasi linux.

Apple sudah meninggalkan bisnis high end server mereka, dengan menutup lini xserve. Sehingga, pasar yang ditinggalkan Apple sudah pasti akan dimasuki oleh server-server Linux.

Walaupun Apple memiliki iWorks, dimana aplikasi presentasi mereka, yaitu Keynote, banjir pujian, dominasi Microsoft pada aplikasi office tetap tidak tergoyahkan. Microsoft Office tetaplah merupakan aplikasi Office paling efisien, tepat guna, dan paling populer.

Di platform Mac sendiri, Microsoft (Mac) Office masih tetap lebih populer daripada iWorks. Development Tools Microsoft sendiri masih tetap paling disukai oleh korporasi. Walaupun Apple berusaha mengubah situasi ini, dengan integrasikan Iworks ke iCloud mereka, namun hal ini masih harus dilihat efektifitasnya, karena Microsoft juga integrasikan Office mereka ke sistem cloud.

Melihat situasi seperti itu, kita sebagai end user haruslah cerdas. Paradigma engineering dan desainer dapat kita nikmati dan gunakan secara bersamaan. Bukankah itu yang selalu kita lakukan setiap hari?

Misalnya dengan menggunakan Mac, sambil jalankan Mac Office, dan sambil Googling di saat yang bersamaan? Atau juga dengan menjalankan laptop Windows kita, sambil merecharge iPhone, dan juga sambil buka Google docs?

Di zaman sekarang, terutama bagi user, mana batas engineer dan desain sudah menjadi abu-abu. Yang terpenting bagi kita para user adalah menjadi pragmatis. Dalam arti, tidak perlu memikirkan paradigma engineer atau desainer yang lebih unggul, yang penting tools-tools mereka kita manfaatkan untuk selesaikan pekerjaan kita masing-masing.

Dengan demikian, dalam kompetisi kedua paradigma ini, end user selalu menjadi pemenangnya.

Tidak ada komentar:

Cari Blog Ini